Developer Asal Sumedang Bikin Game Roblox Perang Bantal Bertema Agustusan

Author inimahsumedang • Berita • August 13, 2026

SUMEDANG — Memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia tak hanya dilakukan lewat perlombaan di lingkungan masyarakat. Seorang developer asal Paseh, Sumedang, Tegar Gunaya, turut meramaikan suasana Agustusan melalui game Roblox terbarunya berjudul “Perang Bantal”.

Di Roblox, Tegar dikenal dengan nama Bang Kai. Saat ini ia masih bekerja di perusahaan swasta dan mengembangkan berbagai proyek game sebagai side hustle.

Ketertarikannya terhadap dunia game sudah muncul sejak sekolah. Namun, ia baru mulai masuk ke industri game secara serius pada tahun lalu dan memilih Roblox karena menurutnya Roblox Studio cukup mudah dipelajari, bahkan bagi pemula yang ingin membuat game sendiri.

Tegar juga merupakan Founder dari Pandawa Universe, komunitas yang awalnya dibentuk untuk mewadahi game pertamanya, Mount Wayang. Kini komunitas tersebut telah berkembang hingga memiliki sekitar 1,1 juta member di Roblox.

Beberapa game buatannya juga telah mendapatkan banyak kunjungan, seperti Mount Wayang yang mencapai sekitar 6,9 juta visit, Pasundan Obstacle lebih dari 600 ribu visit, dan Adu Kelereng sekitar 500 ribu visit.

Untuk Perang Bantal, Tegar membutuhkan waktu sekitar satu bulan lebih hingga game tersebut dirilis dalam versi beta pada 12 Agustus 2026. Menariknya, game ini sejauh ini dikerjakan seorang diri.

Menurut Tegar, konsep Perang Bantal tidak hanya mengandalkan ketangkasan. Pemain juga harus menggunakan strategi dan konsentrasi untuk menentukan kapan harus menyerang, bertahan, atau memulihkan energi.

“Perang Bantal ini dibuat salah satu alasannya untuk ikut berkontribusi dalam memeriahkan Kemerdekaan Indonesia, dan membawa semangat melalui media game,” ujar Tegar.

Kecintaan Tegar terhadap budaya lokal juga turut memengaruhi karya-karyanya. Ia tumbuh di lingkungan keluarga yang dekat dengan kesenian tradisional. Abah merupakan seorang dalang, sedangkan Aki saya merupakan penggiat seni Kuda Renggong.

Hal tersebut menjadi salah satu inspirasinya untuk terus menyisipkan sentuhan budaya lokal dalam game yang dibuatnya.

Melalui Perang Bantal, Tegar berharap game tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi media untuk menumbuhkan semangat dan jiwa patriotisme, sekaligus memperkenalkan budaya lokal Indonesia kepada pemain dari berbagai negara.

Ia juga berpesan kepada anak muda Sumedang untuk terus menggali potensi dan tidak takut mencoba berkarya di dunia digital.

“Game ini bukan satu-satunya cara untuk berkarya, masih banyak peluang lain di industri digital. Tetap semangat dan bangga jadi warga Sumedang,” pungkasnya.